SelainKapal Pesiar Kami Juga Produksi Sepeda Air Dengan Berbagai Macam Karakter, Dan Juga Speed Boat Dengan Berbagai Ukuran. Perahu Kano Single Pedal Boat . Pedal Boat . Kapal Pesiar Produk Kami Diantaranya : 1. Spesifikasi : - Bahan Fiberglass - Pjg 6m, Lbr 1.8m - Mesin Yamaha 40hp 2tak 1unit. 2. >Spesifikasi : - Bahan Fiberglass - Pjg 5.2m.
FireSuppression 50 Gallon Bladder Tank Foam System Fire Fighting 3% Or 6% Foam Bladder Tank. Capacity: 200-10000L. Material: Carbon Steel. Working Pressure: 6-10 Bar. Proportioner Size: 3"-8".
Kapalini mempunyai panjang keseluruhan (Loa) 109,4 m, Panjang Lpp : 99,20 m, Lebar maksimum 19,60 m, dengan tinggi H: 5,60 m, dan tinggi sarat : 4,0. Kapal ini dirancang untuk bergerak dengan kecepatan maksimum 16 knot dengan kapasitas mesin induk 2x3500 Hp dan daya mesin bantu untuk memenuhi daya listrik di kapal sebesar 4 x 392 kW. 2.
4 Klasifiasi fire-fighting Sistem Fire-Fighting Kelas 1 Gambar 2.1 ( kapal yang menngunakan 2 fire monitor) Satu atau dua pompa pemadam (Fi-Fi) dipasang di ruang mesin digerakkan dengan mesin utama dengan gigi transmisi gear, atau menggunakan motor listrik. Fi-Fi pump di conneck langsung dengan sahft main engine.
Termasukfire water monitor busa monitor, bubuk monitor dengan Listrik/hidrolik romote kontrol diri dan whell. Catatan: Tempat Khusus solusi terbaik untuk Anda, sesuai dengan kebutuhan Anda. Di atas hanya untuk yr guidence. Jika Anda membutuhkan produk ini Untuk kapal, pls memberikan informasi di bawah ini untuk eksternal Sistem Pemadam
FixedFire Fighting. Fixed Fire Fighting ini merupakan alat terpasang pada kapal yang terintegrasi sebagai suatu sistem untuk mengatasi kebakaran diatas kapal. Berikut adalah komponen-komponen terkait dengan Fixed Fire Fighting di atas kapal. 1. Fire main. Sistem pemadam kebakaran pada kapal menggunakan air laut sebagai sumbernya.
Ifit's time for your fire fighting personnel to replenish supplies, you need to be sure you can quickly find what you're going to need. Standard fire fighting equipment we carry includes: Water tanks. Storage cabinets. Hose reels. Fire extinguishers. Intercom systems. Signage. Nozzle adapters.
ApaItu AFF (Advanced Fire Fighting) 09.50 / Muhammad Ruslan /. Seorang petugas pemadam kebakaran (juga dikenal sebagai petugas pemadam kebakaran) adalah penyelamat yang ekstensif terlatih dalam pemadam kebakaran, terutama untuk memadamkan api berbahaya yang mengancam properti dan penduduk sipil atau alami, dan untuk menyelamatkan orang-orang
Berikutbeberapa peralatan pemadam kebakaran yang diperlukan: 1. Nozzle (nozzle jet , nozzle spray, nozzle variable) Nozzle ini digunakan untuk mengarahakan air yang bertekanan tinggi ke sumber titik api/kebakaran. Nozzle sebagai peralatan pemadam kebakaran yang paling depan ketika memadamkan kebakaran. 2.
firefighting equipment sesuai fire protection standard figure S-FIG dan harus berdasarkan fire control and safety plan. semi portable dan alat pemadam kebakaran tetap di kapal. Maksud memahami media pemadam ini agar dapat mengenal ciri masing-masing media terutama pada media yang berkaitan dengan pressure test pada fire
jigzD8. Alat keselamatan kapal Alat keselamatan di kapal sangat penting di kapal karena menyangkut kehidupan nyawa manusia. Keselamatan penumpang serta awak kapal merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Oleh karena itu, perlengkapan keselamatan harus sudah tersedia pada tempat yang ditentukan ketika terjadi kecelakan. Perlengkapan keselamatan yang harus tersedia dikapal seperti Sekoci Life Boat Dewi – dewi Life Boat Davits Pelampung penolong bentuk cincin Ring Life Buoys Jaket penolong Life Jackets Rakit penolong kembung Inflatable Liferaft Pelempar tali penolong Line Throwing Apparatus Perlengkapan tersebut harus diletakkan pada tempat yang mudah di jangkau. Agar ketika terjadi sebuah kecelakan dapat di tangani dengan cepat. 1. Sekoci penyelamat life boat. Sekoci berupa perahu kecil yang berapa di kanan dan kiri kapal bagian atas atau tepatnya di deck sekoci. Pada kapal barang biasanya ada dua buah sekoci, sedangkan pada kapal penumpang atau pesiar jumlahnya sesuai dengan besar atau kecilnya kapal tersebut. Sekoci biasanya berjumlah 12 buah. Sekoci – sekoci tersebut terbuat dari logam, kayu atau serat fiber. Tenaga penggerak sekoci ini biasanya di bagi atas dua bagian yaitu ada yang bertenaga penggerak mesin atau motor dan ada pula yang dilengkapi dengan dayung. Di dalam sekoci biasanya sudah tersedia perlengkapan keselamatan jiwa seperti makanan, minuman, obat – obatan dan alat bantu untuk mencari pertolongan ke kapal lain yang sedang berlayar di sekitar sekoci. Sekoci juga dilengkapi minyak peredam ombak supaya penumpang di atas sekoci tersebut tidak mabuk laut. Sekoci life boat 2. Pelampung Penolong Bentuk Cincin Ring Life Buoys. Life buoys ini berbentuk seperti ban mobil. Pelampung ini akan dilempar ke laut jika ada seorang penumpang yang jatuh ke laut. Alat ini biasanya terbuat dari gabus pejal dan tahan terhadap minyak. Pelampung ini harus memiliki warna yang mencolong supaya mudah dikenali. Pada pelampung ada tanda hurus balok sesuai dengan nama kapal atau pelabuhan tempat kapal itu terdaftar. Pelampung Penolong Bentuk Cincin Ring Life Buoys 3. Jaket Penolong Life Jackets. Life jacket Jaket penolong berbentuk seperti baju. Jaket penolong ini dipakai penumpang agar mudah terapung di laut ketika terjadi keadaan darurat. Jaket penolong juga harus memiliki warna yang mencolok agar mudah dilihat. Jaket ini harus dilengkapi dengan peluit yang dikaitkan dengan tali untuk menarik perhatian penolong. Jaket Penolong Life Jackets 4. Rakit Penolong Tiup Inflatable Liferaft. Rakit penolong ini terdiri dari dua tipe, yang pertama adalah rakit kaku dan yang kedua adalah rakit tiup. Tipe yang kedua ini biasa dipakai jikalau tidak berhasil menurunkan sekoci. Rakit penolong harus dilengkapi dengan penutup yang berfungsi untuk melindungi penumpang. Warna rakit ini rata-rata mencolok, seperti warna jingga agar mudah terlihat. Rakit Penolong Kembung Inflatable Liferaft Sekarang ini rakit yang dikembangkan berbentuk seperti kapsul dengan kapasitas besar dan dilengkapi tali pembuka yang panjang. Penggunaannya dengan cara dilemparkan ke laut kemudian ditarik talinya. Sesudah tali ditarik, rakit akan secara otomatis menggembung. Di dalamnya terdapat perlengkapan keselamatan jiwa seperti makanan, minuman, dan obat – obatan. Kapasitas rakit dapat mengangkut hingga 25 orang. 5. Pelempar Tali Penolong Line Throwing Apparatus. Alat keselamatan diatas kapal berikutnya adalah roket pelempar tali atau yang biasa disebut dengan line throwing appliances. Fungsinya adalah alat penghubung pertama antara survivor dengan penolong yang mempermudah proses pendekatan, bisa juga dipakai untuk kepentingan lainnya. Alat pelempar tali ini harus bisa melempar tali paling dekat sejauh 230 meter. Pelempar tali penolong line throwing apparatus 6. Survival suit dan Immersion suit. Survival suit dan immersion suit berfungsi sebagai alat pelindung dan untuk mencegah suhu tubuh turun akibat dinginnya air laut. Jenis alat keselamatan ini sangat banyak dipakai di kapal baik untuk kapal ukuran kecil, kapal menengah dan juga kapal-kapal besar. Khusus untuk kapal-kapal besar alat ini pasti dipakai karena jumlah crew yang ada di kapal besar jumlahnya sangat banyak. 7. Media pelindung panas Thermal Protective Aid. Media pelindung panas atau yang biasa disebut dengan thermal protective aid adalah berfungsi sebagai pelindung tubuh dan juga berfungsi untuk mengurangi hilangnya panas badan. Jenis alat keselamatan ini sangat banyak dipakai di kapal baik untuk kapal ukuran kecil, kapal menengah dan juga kapal-kapal besar. Khusus untuk kapal-kapal besar alat ini pasti dipakai karena jumlah crew yang ada di kapal besar jumlahnya sangat banyak. 8. Isyarat Asap Pyrotechnis. Isyarat Asap atau yang biasa disebut dengan pyrotechnis. Alat ini berfungsi sebagai isyarat tanda bahaya bilamana survivor melihat ada kapal penolong. Isyarat ini hanya dapat dilihat oleh mata pada siang hari dengan menggunakan asap apung atau bouyant smoke signal. Pada malam hari dapat digunakan obor tangan red hand flare atau obor parasut parachute signal. Jenis alat keselamatan ini sangat banyak dipakai di kapal baik untuk kapal ukuran kecil, kapal menengah dan juga kapal-kapal besar. Khusus untuk kapal-kapal besar alat ini pasti dipakai karena jumlah crew yang ada di kapal besar jumlahnya sangat banyak. Read more Galangan kapal di Indonesia
Fire extinguisher for ship Kebakaran pada kapal adalah suatu hal yang harus dihindari, karena kita tahu kebakaran di kapal dapat menyebabkan hal yang fatal, baik bagi keselamatan pelayaran maupun keselamatan anak buah kapal. Usaha-usaha untuk memadamkan kebakaran dapat digolongkan sebagai berikut Pencegahan yang bertujuan mencegah terjadinya kebakaran. Usaha-usaha aktif yang bertujuan memadamkan api. Berbagai usaha pencegahan kebakaran, sudah dipikirkan pada waktu kapal direncanakan, termasuk susunan dan penempatan peralatannya yang sudah ditentukan oleh Biro Klasifikasi. Pemadam api secara aktif yaitu pemadaman api secara langsung dengan memakai peralatan pemadam kebakaran dan sistem pipa pemadam kebakaran. Sistem pipa ini juga dihubungkan dengan sea chest sebagai lubang pengisapan air laut. Yang termasuk peralatan pemadam kebakaran adalah pengumpil, pengait, kapak api, goni, pasir, alat pemadam api tangan dan lain-lain. Tujuan dari sistem pemadam kebakaran di kapal adalah untuk mencegah timbulnya kebakaran, karena air laut tersedia banyak dan hasilnya cukup memuaskan, oleh karena itu air merupakan alat pemadam kebakaran utama di kapal. Sistem ini dipakai untuk memadamkan kebakaran di kapal, kecuali yang terbakar adalah batu bara, minyak atau peralatan listrik. Sistem yang dipakai adalah sistem pemadaman sentral dan dengan melalui pipa tembaga atau pipa yang di galvanis dengan diameter 50 sampai 100 mm disalurkan ke tempat yang ditentukan. Pihak perusahaan pelayaran harus lihai melihat peralatan pemadam kebakaran di kapal apakah sudah tersedia di kapal atau belum karena terjadinya kebakaran di kapal tidak bisa di prediksi.
Penjelasan SOLAS Mengenai Alat Keselamatan Mungkin kecelakaan kapal titanic adalah salah satu kecelakaan yang cukup viral sepanjang kecelakaan kapal lainnya sehingga dibuatkan sampai dibuatkan filmnya. Berdasarkan beberapa kecelakaan kapal yang terjadi, maka badan organisasi PPB melalui IMO mengeluarkan SOLAS Safety Of Life At Sea yang menjadi pedoman dan memberikan syarat-syarat agar dipenuhi oleh setiap kapal penumpang serta semua kapal dengan ukuran GT > 250 ton. Namun untuk kapal-kapal dengan ukuran GT >> Cara Pencegahan Kebakaran di Atas KapalDaftar Alat Keselamatan di KapalBerdasarkan fungsi dan kegunaannya, alat keselamatan yang berada dikapal dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu alat penolong perorangan, survival craft dan alat perbantuan pertolongan. Berikut adalah alat-alat keselamatan yang berada di dalam kapal1. LifebuoysLifebuoy itu sendiri merupakan ban pelampung yang digunakan untuk menolong orang yang tercebur ke laut. Lifebuoy ini dilengkapi dengan tali sepanjang 27,5 meter dan ada yang dilengkapi dengan smoke signal dan lampu yang dapat menyala. Penempatan pelampung ini ditempatkan pada tempat yang paling tinggi di kapal, untuk pelampung dengan tali penyelamat ditempatkan pada lokasi yang sering banyak orang dan mudah dilihat disetiap sisi kapal, dan setidaknya harus ada 1 yang ditempatkan pada sisi buritan kapal. Tidak kurang dari setengah jumlah pelampung ini harus dilengkapi dengan lampu yang dapat menyala sendiri. Catatan penting yang harus dilakukan adalah bahwa penyimpanan Lifebuoy/Pelampung ini tidak disimpan secara permanen dalam arti bahwa Lifebuoy harus bisa digunakan dalam keadaan Life JacketsBaju pelampung ini merupakan hal yang harus dipenuhi sesuai dengan syarat SOLAS untuk melindungi keselatan Crew/ penumpang ketika terjadi kecelakaan kapal. Baju pelampung ini harus berwarna terang orange dan ditambahkan dengan material yang reflective sehingga dapat terlihat dalam keadaan gelap sekalipun. Jumlah life jacket yang dibawa harus sesuai jumlahnya dengan jumlah orang yang onboard di atas kapal. Sebagai tambahan pada kapal penumpang menurut SOLASUntuk kapal penumpang yang berlayar kurang dari 24 jam, jumlah Infant life jackets life jackets untuk bayi setidaknya sejumlah 2,5% dari jumlah penumpang yang naik di kapalUntuk kapal penumpang yang berlayar lebih dari 24 jam, jumlah Infant life jackets life jackets untuk bayi harus tersedia untuk semua bayi yang onboardJumlah life jacket untuk anak kecil setidaknya harus berjumlah 10% dari jumlah orang yang onboard diatas kapalSejumlah life jacket harus dibawa dan disiapkan untuk personil jaga dan harus disimpan dalam bridge, engine control room, dan beberapa lokasi di kapal lainnya untuk personil jagaJika life jacket untuk orang dewasa dengan berat melebihi 140 kg dan lingkar dada maka harus disiapkan aksesoris yang sesuai untuk mengamankan orang catatan bahwa penempatan Life Jacket ini harus disimpan pada tempat yang mudah diakses dan tidak dimudah untuk diambil sewaktu-waktu terjadi Immersion SuitUntuk kapal yang berlayar pada musim dingin, Immersion Suit harus disiapkan yang mana Baju ini berguna untuk orang yang menceburkan diri di suhu yang rendah. Baju Immersion Suit ini harus dapat melindungi panas tubuh dengan baik. 4. Sekoci LifeboatLifeboat ini adalah boat penolong dengan kapasitas sesuai dengan jumlah orang/penumpang dengan beberapa perlengkapan survival yang berada di dalamnya. Sekoci ini digunakan ketika terjadi kecelakaan pada kapal sehingga orang harus berpindah dari kapal ke alat penolong ini. Dalam peluncuran/penurunan sekoci ini dibutuhkan alat bernama dewi-dewi atau davits. Persyaratan dari sekoci ini adalah harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat diluncurkan dalam waktu sesingkat mungkin dan dapat diturunkan dengan mudah, cepat dan aman meskipun memiliki kemiringan 15°.5. Liferaft Rakit PenolongLiferaft merupakan alat yang digunakan sebagai survival craft selain sekoci berupa rakit penolong yang terbuka setelah dilemparkan ke laut. Liferaft ditempatkan di sisi-sisi kapal sesuai dengan kapasitas penumpang. Penurunan liferaft ini harus bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Liferaft ini sebaiknya ditempatkan dengan ruang akomodasi dan ruang pelayanan sehingga dapat menjamin keamanan dalam peluncurannya dan mudah diakses oleh orang. Sama halnya dengan sekoci, di dalam liferaft ini juga terdapat alat perlengkapan survival untuk orang sehingga dapat bertahan hidup, menunggu adanya perbantuan dari pihak luar. 6. Distress Red FlareRed Flare itu sendiri merupakan salah satu alat perbantuan pertolongan yang berfungsi untuk mengeluarkan cahaya sehingga dapat menunjukkan posisi orang yang menggunakannya. 7. Parachute SignalParachute Signal digunakan untuk memberitahukan posisi pemakai dengan jangkauan pengamatan yang lebih jauh daripada Distress Red Flare. Cara penggunaannya yaitu dengan cara mengaktifkan pemicu sehingga parasut akan terlempar ke udara yang kemudian secara perlahan-lahan turun dengan mengeluarkan cahaya merah sehingga dapat memberikan signal kepada kapal lain yang melewatinya dari Smoke SignalSmoke signal sama halnya seperti Red Flare yang menunjukkan posisi pemakai, namun smoke signal ini mengeluarkan asap sehingga dapat menotifikasi pihak lain disekitarnya dan biasanya digunakan pada siang hari karena tidak memancarkan Line Throwing ApparatusAlat ini digunakan untuk melemparkan tali sehingga dapat menghubungkan antara kapal dan juga lifeboat/liferaft yang sedang membutuhkan pertolongan. 10. EPIRBAlat yang biasa terpasang di anjungan kapal yang berfungsi untuk memancarkan signal bahaya ketika kapal terjadi kecelakaan/tenggelam.